Panorama Wisata Burung KokokanUbud Bali

Ubud merupakan salah satu kawasan wisata yang sangat populer di Bali.

Wisata KokokanUbud sangat unik karena menjadi satu-satunya tampat yang menjadi habitat dari ribuan burung bangau khas Bali.

 

 

Pulau Bali memiliki pesona yang sangat kuat untuk menarik hati wisatawan domestik maupun manca negara. Hal ini disebabkan karena Pulau Bali memiliki panorama keindahan alam yang luar biasa. Ubud merupakan salah satu wilayah di Bali yang sangat menarik untuk dijadikan tujuan wisata. Bagaimana tidak? Ubud memiliki lukisan keindahan yang sangat indah dan mempesona. Oleh karena itu, tidak heran jika kecamatan Ubud selalu dikunjungi oleh para wisatawan setiap harinya. Kokokan Ubud menjadi salah satu lokasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.Lokasi wisata ini terletak di Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Desa Petulu bisa dicapai hanya dengan melakukan perjalanan selama 10 menit dari pusat Kota Ubud.

 

 

Salah satu keunikan dari Desa Petulu adalah desa ini menjadi habitat dari ribuan koloni burung bangau berwarna putih yang bisa ditemui di sepanjang jalan desa. Ribuan burung bangau tersebut berpusat di kawasan Banjar Petulu Gunung. Dalam Bahasa Bali, burung bangau putih tersebut disebut dengan burung kokokan. Oleh karena itu, desa wisata ini disebut dengan Kokokan Ubud. Burung Bangau putih hidup dengan sangat damai dengan alam dan masyarakat sekitar Desa Petulu. Bahkan, burung-burung tersebut juga seringkali berada di teras atau pekarangan rumah penduduk. Meskipun demikian, tidak ada seorang pun yang berani mengganggu habitat burung bangau tersebut. Oleh karena itu, burung bangau putih menjadi sangat akrab dengan lingkungan masyarakat dan alam sekitar.

 

 

Sejarah Munculnya Koloni Burung Kokokan Ubud di Desa Petulu

 

Ada banyak versi yang menceritakan kisah munculnya ribuan burung bangau putih di Desa Petulu. Salah satu versi sejarah menceritakan bahwa burung kokokan merupakan wujud dari ribuan jiwa-jiwa orang yang meninggal selama peristiwa pembantaian anti-komunis pada tahun 1965 silam. Pada saat itu, sekitar 5% penduduk dari negara ini tewas secara tidak wajar dan tidak diberikan upacara pemakaman yang layak. Oleh karena itu, masyarakat Desa Petulu berinovasi untuk melakukan upacara adat dengan tujuan membersihkan desa dari pengaruh energi jahat setelah pembantaian berlangsung. Setelah selesai melakukan upacara adat, ribuan burung Kokokan Ubud mulai berdatangan ke Desa Petulu dan tinggal di sana hingga saat ini. Selain itu, ada juga versi sejarah yang menyatakan bahwa burung kokokan merupakan pengawal dari Dewa Ida Bhatara. Masyarakat setempat percaya bahwa Dewa Ida Bhatara merupakan penjaga desa yang menjaga masyarakat dari roh jahat dan gangguan hama persawahan penduduk.

 

 

2 Faktor yang Mempengaruhi Keberadaan Burung Kokokan Ubud di Banjar Petulu Gunung

 

Burung kokokan merupakan salah satu jenis burung air yang hanya bisa hidup dengan baik di Banjar Petulu Gunung. Lalu, apa saja faktor yang mempengaruhi banyaknya keberadaan burung kokokan di desa tersebut. Berdasarkan penelitian ilmiah, berikut ini adalah 2 faktor yang mempengaruhi keberadaan koloni burung KokokanUbud di Desa Petulu :

 

 

  1. Faktor Cuaca dan Geografis

 

Banjar Petulu Gunung memiliki kondisi geografis yang sangat menguntungkan bagi habitat burung kokokan. Wilayah ini dikelilingi dengan area persawahan yang sangat luas. Kondisi ini sangat memudahkan burung koloni dalam mencari makanan untuk mempertahankan hidup. Selain itu, wilayah Banjar Petulu Gunung juga memiliki kondisi cuaca yang sangat stabil, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Oleh karena itu, cuaca ini sangat membantu burung kokokan untuk berkembangbiak dengan baik. Jika suasana alam terlalu panas atau dingin, maka telur burung kokokan tidak dapat menetas. Setiap pasangan burung Kokokan Ubud dapat bertelur sebanyak 4-6 butir. Biasanya, musim kawin dan berteluh terletak pada bulan November hingga Desember.

 

 

  1. Faktor Habitat

 

Burung kokokan merupakan jenis burung yang suka tinggal di pepohonan. Banjar Petulu Gunung menjadi habitat yang sangat cocok bagi koloni burung kokokan karena wilayah tersebut sangat rimbun dengan pepohonan. Salah satu jenis pohon di wilayah Banjar Petulu Gunung yang sangat disukai oleh burung kokokan adalah pohon Bunut Wot. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya ribuan sarang burung pada pohon tersebut.Pohon Bunut Wot menjadi habitat favorit burung KokokanUbud karena memiliki banyak cabang yang sangat rimbun sehingga mudah dan nyaman untuk dijadikan sarang tempat tinggal.

 

 

Nah, itulah 2 faktor yang mempengaruhi keberadaan ribuan burung KokokanUbud di Banjar Petulu Gunung. Selain 2 faktor tersebut, faktor keyakinan menjadi salah satu faktor lain yang mempengaruhi habitat burung kokokan di Desa Petulu. Faktor keyakinan berkaitan dengan hal-hal gaib yang berhubungan dengan keyakinan masyarakat setempat. Mereka percaya bahwa burung Kokokan Ubud merupakan pemilik dari Pura yang ada di Banjar Petulu Gunung. Bahkan, di dalam Pura tersebut terdapat pelinggih khusus untuk memuja burung kokokan. Jika ingin melihat keindahan ratusan burung bangau putih tersebut, sebaiknya Anda datang pada waktu sore hari. Pada waktu tersebut hampir semua burung kokokan turun dari sarangnya dan bertebaran di sekitar rumah penduduk.

 

 

Untuk menuju lokasi Desa Petulu Ubud anda bisa mengendarai motor atau juga bisa memanfaatkan jasa SEWA MOBIL pada kami, dijamin perjalanan anda akan menyenangkan karena ditemani oleh driver yang ramah serta berpengalaman dijalur pariwisata Bali tentunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *